Laman

Rabu, 26 Oktober 2011

TEST FUNGSI SARAF CRANIAL

TEST FUNGSI SARAF CRANIAL
1.      SARAF  OLFACTORIUS ( N I )
Sebelum tes inidimulai . yakin kan bahwa pasien tidak dalam keadaan influenza dan hidungnya tidak mengalami sumbatan . kondisi ini berhubungan dengan indra penciuman. Meminta pasien untuk memejamkan matanya lalu menutup satu lubang hidungnya . letakan satu botol yang berisi bahan-bahan yang umumnya berbau misalnya kopi, cengkeh, tembakau, di bawah  lubang hidung yang tidak tertutup dan minta pasien untuk mengidentifikasi  bau tersebut. Ulangi untuk lubang hidung satunya lagi dengan bahan yang berbeda. Hilangnya kemampuan penciuman tersebut disebut dengan anoasmia.

2.      SARAF OPTIKUS ( N II )
Untuk menilai masing-masing mata secara terpisah,perawat dapat mengkaji ketajaman penglihatan dan fisual fields ( luas pandang) dan kemudian diakhiri dengan pemeriksaan opthalmoskope.
a.       Ketajaman penglihatan
Untuk pemeriksaan ini dapat di gunakan snellen chart, dimana pasien duduk 6 meter dari chart tersebut dengan satu mata ditutup. Dan minta pasien untuk membaca beberapa baris huruf kecil. Lakukan test yang sama pada mata yang satunya. Jika tidak ada chart dapat juga menggunakan Koran.dimana pasien diminta untuk membaca beberapa baris huruf kecil pada Koran pada jarak tertentu darui mata. Jika tidak dapat melihat, maka gunakan yang lebih besar, kalau memang tidak dapat juga gunakan beberapa jari tangan dan minta pasien untuk menyebut beberapa jumlah jari yang  terlihat
b.      Visual fields by confrontation ( lapang pandang )
Duduk di depan pasien dengan jarak 50 – 75 cmdan minta pasien untuk menutup satu matanya sebagai mana yang anda tutup pada mata yang berhadapan. Beritahu pasien untuk melihat pada hidung anda., sebaliknya anda melihat hidung pasien juga. Gunakan jari atau pena, bawa dari perifer menuju field vision ( daerah luas pandang ) dan Tanya apa pasien melihat. Bandingkan hasil dengan yang anda lihat sendiri. Lakukan ini semua untuk empat kuadran kedua mata.
c.       Pemeriksaan opthalmoscopic
Anda dapat mengkaji keadaan saraf optikus dengan menggunakan opthalmockopic, yang mana anda  dapat menilai optic disc, pembulu darah perifer dan retina.
Di lakukan pada ruang yang gelap dan duduk berhadapan langsung dengan pasien. Putarlah ke atas putaran nomor padaopthalmoscope sampai menunjukan angka no. dengan tangan kanan. Lihatlah dengan mata sebelah kanan anda. Kira-kira 12 inchi darimata kanan pasien.
Lihatlah melalui pandangan mata kanan anda dan langsung dengan cahayalampu menuju pupil sebelah kanan pasien. Anda dapat melihat suatu reflek merah. Sekarang begerak pada jarak 3 inchi dari mata pasien. Aturlah focus opthalmoscope untuk mendapatkan optic disc, yang mana lokasinya pada daerah nasal dari fundus.
Opticdisc secara normal bolat atau oval dan lebih terang warnanya dibandingkan di daerah retina. Penekanan pada pusat optic cup, yang dalam keadaan berwarna agak putih atau kuning pucat. Pembengkakan pada daerah nargin dan kemerah-merahan merupakan indikasi opticdisc mengalami congested ( bendungan ) akibat tekanan intra cranial yang meningkat.
Kondisi ini disebut pupiledema
Retina secara normal berwarna orange kemerah-merahan dan lebih terang dari daerah nasal. Pemeriksaan yang terakhir adalah macula, sangat sensitive terhadap sinar (cahaya ) macila terletak pada bagian temporal dari disc dan berwarna merah lebih kegelapan. Pusat povea centralis secara normal memantulkan cahaya. Gunakan tangan kiri anda, ulangi prosedur tersebut pada mata kiri pasien.

3.      SARAF OCUOMOTORIK ( N III ) , TROCHLEAR ( N IV ), ABDUCEN ( N VI ).
Ketiga saraf cranial ini diperiksa dengan stimulus, dimana semua berinteraksi untuk pergerakan bola mata. Saraf oculomotorik mengontrol otot mata untuk melihat keatas kebawah atau ke medial,kontruksi pupil dan dilatasi, serta juga mengontrol otot dari kelopak mata atas.
Saraf trochlear mengontrol otot yang mengerakkan mata kabagian bawah dan bagian dalam. Saraf abdusen mengontrol keluar pergerakan bola mata.
a.       pergerakan ocular
untuk mengetes pergerakan extraocular. Gunakan telunjuk jari anda, letkan sejauh 18 inchidari muka pasien dan minta pasien untuk mengikuti pergerakan jari dengan menggunakan matanya , tanpa menggerakan kepalanya. Obserfasi mata pasien sebagaimana yang anda minta pasien untuk melihat lurus kedepan keatas kebawah kakanan kemudian keatas, kebawah dan kekiri kemudian keatas dan kebawah.
b.      Pupil
Pemeriksaan pupilmeliputi : ukuran, bentuk dan kesamaan kemudian pada ruang yang gelap, nilai kontraksi pupil dengan cahaya senter kecil menuju masing-masing
c.       kelopak mata
obserfasi juga adanya ptosis ( dropping eyelied )

4.      SARAF TRIGEMINAL ( N V )
Saraf ini  mengantarkan sensasi dari nyeri, temperature dan sentuhan wajah dan juga mengontrol membuka dan menutup rahang. Tes untuk  fungsi sensorik dengan cara meminta pasien untuk menutup matanya dan kemudian dengan sentuhan ringan pada bagian yang berbeda  dari wajah dengan bola kapas , jarum dan tes dengan air panas dan dingin dimana dia merasakan sensasinya .
Tes fungsi motorik dengan palpasi temporal pasien dan otot maseter dengan rahang tertutup rapat. Catat kekuatan dan tonus otot.
Tes terakhir adalah tes reflek kornea dengan menggunakan seutas kapas yang di gerakan menyilang kornea. Secara normal pasien akan berkedip matanya secara cepat.

5.      SARAF FASIAL (N VII)
Saraf fasial mengatur otot – otot fasial dan reseftor-reseftor rasa dari 2/3 bagian pertama dari lidah . untuk itu periksa dan catat beberapa ketidak simetrisaan muka pasien pada saat istirahat, tersenyum,mengerut mengangkat alis dan bersiul. Periksa juga kekuatan kelopak mata dengan meminta pasien untuk matanya dan pertahankan agar tertutup dan anda mencoba untuk membukanya.
Menilai fungsi sensorik dari fasial denganmeletakan bebrapa buti gula pada salah satu sisi dari bagian inferior lidah pasien dan memintapasien untuk mengidentifikasi rasa. Setelah itu menegukkan air ulangi lagi pemeriksaan ini pada posisi yang lain, gunakan garam , anjurkan pasien untuk mengangkat lidahnya atau menelan sampai dapat mengidentifikasi rasa.
6.      SARAF AKUSTIK ( N VIII)
7.      SARAF GLOSSOPHARYNGEAL ( N IX)  DAN SARAF VAGUS ( N X)
8.      SARAF SPINAL ACCESSORY ( N XI )
9.      SARAF HYPOGLOSSAL ( N XII)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar